Tips Ketika Penguji dan Pembimbing Berselisih Saat Sidang Skripsi

Ada beberapa kondisi yang membuat beberapa jalanya sidang skripsi lebih "ribut" karena penguji dan pembimbing berselisih secara personal, kita perlu hati-hati.

Ada kalanya penguji itu akan berselisih dengan pembimbing baik itu karena persoalan personal maupun perselisihan saat jalannya sidang. Nah kita sebagai mahasiswa harusnya bersikap bagaimana?

Sebaiknya kita sebagai mahasiswa harus peka terhadap kondisi jalannya persidangan. Jika penguji dan pembimbing berselisih karena masalah personal, sebaiknya mahasiswa jangan terlalu ikut campur, jangan memotong, dan lebih bersifat pasif. Sikap pasif ini akan membantu kita tidak terlibat dalam situasi yang tidak seharusnya, karena kita tidak terlalu tahu banyak tentang apa yang diperselisihkan dosen pembimbing dan penguji tersebut.

Jika kondisinya pembimbing dan penguji berselisih terkait skripsi kita, maka kita dapat menengahinya dengan memberikan argumentasi yang ilmiah. Misalkan saja dosen penguji mempermasalahkan penggunaan metode yang sudah usang dan banyak kelemahannya. Namun dalam perspektif dosen pembimbing metode tersebut masih lumrah digunakan hingga saat ini. Jika kondisi demikian terjadi jangan langsung membela salah satu pihak, kita perlu menjawabnya berdasarkan data atau mengikuti referensi ilmiah.

Mahasiswa yang diuji dapat mengakui bahwa metode tersebut banyak kelemahannya sesuai dengan referensi yang ada. Namun kita sebagai mahasiswa perlu untuk menegaskan apa alasan kita menggunakan metode tersebut, bisa jadi dalam banyak referensi memang metodenya banyak kelemahan, namun ada suatu kondisi yang dalam konteks skripsi kita metode tersebut dapat digunakan dengan baik. Dengan penjelasan seperti itu kita mengakui argumentasi penguji dan juga mengakui argumentasi dosen pembimbing, sebagai penengahnya adalah kondisi skripsi kita yang khusus.

Namun apa jadinya jika dosen penguji mengeluarkan argumentasi lagi yang membuat kondisi skripsi kita tidak terlalu kuat menggunakan metode tersebut? Jika kondisi ini terjadi sebaiknya kita mengamini pendapat penguji, kemudian menyampaikan bahwa akan melakukan perbaikan. Kemungkinan besar jika kita sudah menyampaikan bahwa akan melakukan perbaikan, penguji akan berpikir bahwa kita telah mengambil kesimpulan dari diskusi ilmiah saat sidang. Baik penguji maupun pembimbing akan beralih ke pertanyaan yang lain.

Jika perdebatan belum berakhir dan kamu masih meyakini apa yang kamu lakukan itu benar dan sesuai kaidah ilmiah, cobalah untuk memohon arahan kepada dosen pembimbing. Harapannya dosen pembimbing dapat memberikan arahan yang lebih jelas dan konkret.

Pada dasarnya selama argumentasi kita ilmiah kemungkinan besar kita tidak akan aman. Argumentasi ilmiah ini maksudnya adalah berargumen berdasarkan sumber referensi, atau berdasarkan data, atau berdasarkan hasil eksperimen. Beda kondisinya jika kita berdebat tanpa dasar argumentasi ilmiah, maka suasana sidang akan berubah menjadi debat kusir. Kemungkinan dosen penguji akan naik pitam, termasuk dosen pembimbingnya.